Keselamatan

Yohanes 3 : 16

PENYELESAIAN DAN EVALUASI PROYEK

0 komentar
1. Nilai Waktu Dari Uang
Suatu proyek membutuhkan suatu dana untuk menyelesaikan suatu proyek yang akan di kerjakan , dengan itu maka dibuat suatu rumus untuk menyelesaikan perhitungan dan yang telah dikeluarkan. Maka rumusnya adalah

FV = PV + I
= PV +PV.i
= PV (1+i)
FV = PV (1 + i)^N
FV = PV (FVIF %,n)
Keterangan:
FV = nilai akan dating
PV = nilai sekarang
I = Bunga
i = tingkat bunga
FVIF = future value interest factor.

2. Discount Factor
Nilai sekarang = Nilai akan dating / bunga
PV = FV (1+ i)^n
PV = FV (PVIF %.n)----- dari Tabel
Keterangan:
PVIF = present value interest vactor
3. Coumpunding Factor per ! per Anum / Future Value of annuity
FV = A (1 + i)^n-1  bila TAhun ke 1
FV = A(1 + i)^n-2 bila tahun kedua
….
….
….
FV = A(1+i)^n-n  bila tahun ke-n

4. Singking Funds Factor
Singking funds factor digunkan apabila kita ingin mencari angsunran setiap tahun,dengan cara membalik saj rumus future value of annuity.
A = FV ( I / (1+i)^n-1

5. Present Value Of Annuity Factor
Present value of annuity factor digunkan untuk menacri bilai sekarang nilai annuitas. Atau angsuran yang dibayarkan setiap tahunnya.
PV1 = A (1 / 1+i)^1……………………………….. bila tahun ke 1
PV2 = A(1 / 1 + i)^2)……………………………..bila tahun ke 2
…..
…..
PVn = A ( 1 / (1+i)^n)…………………………….bila tahun ke n

A. KRITERIA INVESTASI
Dalam menginvestasikan suatu modal pada suatu proyek maka kita perlu untuk mengadakan perhitunga agar pilihan yang dipilh merupakan alternative dari suatu proyek yang terbaik diabandingkan dengan proyek-proyek yang lain. Karena apabila perhitungan dilakukan salah maka berarti adanya penghamburan terhadap factor-fkator produksi yang tersedia. Perhitungan inilah yang dinamaknan dengan evaluasi proyek(studi kelayakan.Dalam evaluasi ini diadakan perhitungan terhadap aliran kas (cash Flow )..aliran kas merupakan keuntungan (masukan ) bersih yang terima atas suatu proyek, yang berarti bahwa aliran kas terdiri dari dua unsure yaitu aliran kas masuk(cash in flow ) berupa benefit/keuntungan dan aliran kas keluar (cash outflow) berupa cost/biaya yang dikeluarkan.
Untuk keprluan analias perkiraan terhadap rencana suatu proyek terdapat dua ukuran/ kriteria yang dapat digunakan>
1. Undiscounted Creterion
a. payback period
merupakan periode yang diperluka untuk menutup kambali pengeluaran investasi dengan keuntungan .
b. Benefit/cost rasio (Profittability Indeks)
merupakan perhitunga lanjutan bila telah mencari NPV (membuktikan kemabli)
c. Internal Rate of Returm (IRR)
merupakan suatu tingkat bunga (discounted ) yang menunjukkan NPV sama dengan jumlah seluruh ongkos investai yang telah dikeluarkan.



PERENCANAAN , PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PROYEK

0 komentar

A. Perencanaan

Segala sesuatu yang kita lakukan yang berhubungan dengan kerjasama membutuhkan wadah yaitu organisai atau himpunan. Menurut para pakar-pakar organisasi yaitu
James De Money organisasi adalah perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Chster I.Bernar bahwa organisasi merupakan aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh satu atau dua orang.
Adapun dari fungsi organisasi adalah
A. sarana dalam mencapai suatu target atau tujuan yang sudah di rencanakan secara sistematis.
B. Memberikan ilmu dan kedisplinan baik dalam mengambil keputusan dan cara kerja.
C. Merupakan puncak untuk mencapai cita-cita atau pupelaritas.

Struktur organisasi adalah suatu diagram yang menunjukkan fungsi-fungsi kedudukan dalam organisasi serta interaksi antara sesame anggota.
Dalam organisasi ada hal yang penting di gambarkan:
1. pembagian tugas
2. leader dan anggota.
3. tipe pekerjaan yang dilakukan.
4. tingkat-tingkat dalam manajer.
Macam-macam struktur organisasi:
A. Organisasi fungsional.
B. Organisasi coordinator.
C. Organisasi gugus tugas.
D. Organisasi matriks

Menyusun Tim Proyek
1. Manajer proyek sebagai kepala proyek.
2. Tim proyek bertugas penuh untuk proyek.
Pelaksanaan dan Pengawasan Proyek.

Fungsi pelaksanaan dan pengawasan proyek:
Untuk menentukan langkah-langkah kegiatan yang akan datang yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan.

Adapun unsu-unsur yang mempengaruhi adalah
1. jadwal merupakan penjabaran perencanaan proyek menjadi urutan-urutan proyek kegiatan yang sistematis.
2. Prakiraan
3. Sasaran
4. Kebijaksanaan dan Prosedur.
5. Prosedur.

FUNGSI KERJA dan SIKLUS MANAJEMEN PROYEK

0 komentar
Mamfaat manajemen proyek dilihat dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:
1. Planning to Do( Perencanaan Selanjutnya)
Berfungsi sebagai memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select.
2. Pengendalian
Berungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek.
3. Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi.
Berfungsi memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi anatar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan , supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Menurut H.Kerzener bahwa sisklus proyek adalah kegiatan dari awal kemudian bertambah macam dan intensitasnya sampai puncak , kebawah dan keatas , masing-masing memiliki tahap khusus yang kompleksitas , ukuran dan jadwal yang ditentukan, atau diperlukan .
Kompleksitas proyek tergantung pada:
A. jumlah ragam macam kegiatan.
B. Macam dan jumlah kegiatan didalam suatu proyek dan luar.
Supaya poryek cepat berhasil ada hal yang penting diperhatikan yaitu:
1. konsepsional proyek
2. definisi proyek
3. penyusunan organisasi
4. pelaksanaan proyek
5. peneyelesaian proyek.
Setiap akhir pengkajian dan keputusan apakah proyek tersebur dapat dilaksanakan ketahap berikutnya . hasil dari setiap tahap terdahulu merupakan masukan utama bagi tahap berikutnya.

ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN PROYEK

0 komentar
Dalam manajemen kelayakan proyek perlu diperhatikan, dalam bentuk apapun proyek yang akan dikerjakan , suatu yang perlu diperhatikan adalah aspek yang mempengaruhinya , kita tidak bisa menghiraukan dari aspek ini karena hal ini sangat penting.
Aspek itu terbagi berbagai bidanag diantaranya adalah:
1. Aspek Hukum
Aspek yang berhubungan dengan aspek ini adalah suatu aspek yang tidak bisa diabaiakan secara gampang, karena dapat mengakibatkan perselisihan dengan panajang.diantaranya adalah:
A. Perijinan/Izin
a. izin lokasi
diantaranya adalah letak tanah atau tanah yang akan dibangun , surat izin mendirikan bangunan dari pemerintah.
b. izin usaha
dianataranya surat izin usaha, surat tanda daftar perusahaan, dan surat tanda rekanan dari pemda setempat.
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Dalam mengerjakan suatu proyek kita harus mengkaji lebih luas akan aspek proyek yang kita buat dengan lengkungan sosial
a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat, apakah setempat menerima proyekk atau hasil karya yang kita buat.
b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.
Untuk mensurvei ini kita perlu pendekatan dengan masyarakat atau perlu meneliti sejauh mana dampak yang kita buat mereka rasakan, kalau ada masukan kita harus siap menerima , kerana mulai dari itulah kita mulai berkembang.
3. Aspek pasar dan pemasaran
Dalam dunai perdagangan kita perlu memperhatikan keadaan pasar , jika pasar lebih membutuhkana kita buat maka buat dengan kuatitas yang lebih baik lagi, karena saingan produk semakin berkembang, apalagi dibidang teknologi informasi dalam zaman sekarang.
• Potensi pasar
• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.

4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

5. Aspek manajemen
Berhubungan dengan manajemen pembangunan proyek dan pengoperasiannya.

6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

KARAKTERISTIK MANAJAMEN PROYEK

0 komentar
Manajemen proyek adalah cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek. Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai selesai.
Dalam suatu proyek dalam bidang teknologi, keuangan atau dibidang lainnya ada karakteristik yang perlu di teliti:
1. MANUSIA
merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
2. UANG
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
3. MATERIAL
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
4. MESIN
Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
5. METODE
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha.
6. PASAR
Pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam suatu proyek. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Sejarah Statistika

0 komentar
Semula statistika memiliki pengertian tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan informasi numerical. Akan tetapi, dalam perkembangannya statiska memiliki penegertian yang lebih luas yang tidak sekedar berbicara tentang informasi numerical.
Seringkali kata kata statiska dikacaukan dengan kata statistic untuk pengertian yang sama. Sebernnya kedua kata tersebut merupakan terjemahan dari dua kata yang memiliki pengertian yang berbeda sekali, yaitu statistics dan statistic. Statistic diterjemahkan menjadi statistic. Sebagau sesuatu berkenaan dengan kata numerical , sebenarnya statistika sudah banyak digunakan oleh banyak Negara , misalnya untuk mendaftar jumlah penduduk perpajakan , pencatatan porsenel militer, dan lain sebagainya.
Dengan semakin berkembangnya jaman,dewasa ini penggunaan statistic sudah semakin meluas di berbagai bidang kegiatan . Statistika tidak lagi hanya digunakan untuk kepentingan pemerintah saja melainkan luas sampai bidang bisnis,ekonomi,kedokteran,pendidikan,dana lain sebagainya.
Didunia bisnis dan ekonomi ,masalah ketidakpastian merupakan masalah yang senantiasa dihadapi oleh para pelaku bisnis dan ekonomi,seperti memilih satu atau sejumlah saham yang akan ditawarkan di bursa saham, memprediksi volume dan nilai penjualan untuk periode yang akan dating , menilai kelayakan suatu usulan inevestasi dan lain sebagainya. Berikut ini disajikan dua contoh tentang penggunaan statiska di bidang bisnis dan ekonomi.
Sampai akhir decade sembilan puluhan , perkembangan pasar modal di Indonesia sudah demikian pesatnya. Perusahaan-perusahaan yang go public sudah demikian banyaknya. Sampai bulan Juli 1993 , jumkah perusahaan yang telah go public sudah mencapai 204 perusahaan dengan jumlah dana Rp16.769.913 juta , terbagi atas saham (168 perusahaan dengan nilai Rp 11.854.162 juta dan obligasi (36 perusahaan dengan nilai Rp4.911.751 juta) , hamper setiap edisi, beberapa media cetak utama mempublikasikan prospectus sebuah perusahaan yang go public. Pembublikasiannya ,seringkali disertai dengan informasi –informasi yang numerical tentang perusahaan bersangkutan, misalnya, pangsa pasar yang dikuasainya ,perkembangan volume dan nilai penjualan , perkembangan kapasitas produksi , prospek nilai penjualan dimasa yang akan datang ,dan lain sebagainya. Dalam hal ini , calon investor harus pandai-pandai menganalisis informasi yang disajikan dalam propektus tersebut. Tidak cukup hanya dengan informasi yang tersedia saja, calon investor pun harus dapat menggali informasi lain yang tidak disediakan oleh prospectus tersebut.
Sudah selayaknya bahwa setiap perusahaan dan harus dapat menyusun anggarannya untuk setiap tahunnya, kendati dalam praktik dalam masih banyak perusahaan-perusahaan yang belummembuat anggarannya. Menyusun anggaran sebenarnya berarti menetapkan sesuatu yang belum terjadi. Berapa volume dan nilai penjualan untuk periode yang akan datang , berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk pembelian bahan baku, membayar tenaga kerja, biaya overhead pabrik.. Apakah statiska merupakan alat Bantu yang demikian penting sehingga tanpanya , keputusan dibuat tidak akan mencapainya hasil yang optimal? Kadang-kadang hal-hal yang berkaitan dengan seni yang tentu saj tidak dapat dikuantifisir , dapat berpengaruh dalam proses pengembalian keputusan.

ERA PERKEMBANGAN MANAJEMEN PROYEK

0 komentar
Peristiwa penting yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli, sehingga melahirkan era manajemen sebagai berikut.
1. Era manajemen ilmiah
Era ini ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson. Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan."
Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Frank dan Lillian Gilbreth. Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut.
Era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.
2. Era Manusia Sosial
Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an.
Hasil kajian yang dilakukan Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu di mana kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi merupakan elemen universal, sementara pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" didasarkan pada gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu.
3. Era Moderen
Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan sebagai berikut:
(1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material;
(2) produktivitas meningkat;
(3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga;
(4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis;
(5) jumlah pekerjaan meningkat.
** dikutip dari wikipedia.com.